Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cetak Instruktur Militan, PW PERGUNU Jatim Gelar Pendidikan Instruktur PKGNU di Surabaya

PERGUNUSumenep (21/09) - Untuk memenuhi amanat Peraturan Rumah Tangga (PRT) hasil Kongres ke-3 PERGUNU dan kewajiban pelaksanaan kaderisasi formal di seluruh tingkatan, Pimpinan Wilayah (PW) PERGUNU Jawa Timur menggelar Pendidikan Instruktur Pendidikan Kader Guru Nahdlatul Ulama (PKGNU) pada 19-20 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalan Kerto, Surabaya ini diikuti oleh 30 kader terbaik PERGUNU yang telah lulus PKGNU dari berbagai cabang se-Jawa Timur.

Pendidikan Instruktur ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan instruktur di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Heri Kuswara, M.Kom selaku Ketua PP. PERGUNU bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) yang menjadi instruktur utama dalam kegiatan tersebut.

"Pertama mau saya sampaikan bahwa kewajiban mengikuti kaderisasi formal bagi pengurus PERGUNU dan kewajiban melaksanakan kaderisasi formal oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang PERGUNU yang salah satunya adalah PKGNU ini merupakan amanat dari PRT PERGUNU hasil Keputusan Kongres Ke-3 PERGUNU pada tanggal 26-29 Mei 2022 di Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Dan merupakan amanah dari Peraturan Organisasi No.2 Tahun 2023 tentang Sistem Kaderisasi hasil Rakernas di Majalengka, 16-18 Juni 2023," jelasnya.

Ia melanjutkan, tingginya kebutuhan pelaksanaan PKGNU di seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang se-Indonesia menuntut ketersediaan instruktur yang memadai dan bersertifikasi. Dalam sistem kaderisasi, syarat wajib seorang Instruktur PKGNU adalah telah lulus PKGNU, telah lulus PD-PKPNU atau yang disetarakan, dan telah lulus Pendidikan Instruktur yang dilaksanakan oleh Bidang Kaderisasi PP PERGUNU.

"Mengingat adanya kewajiban kaderisasi formal tersebut, tentu kita membutuhkan banyak instruktur sekaligus narasumber dalam pemenuhan pelaksanaan PKGNU di seluruh Indonesia," tegasnya.

Diklat yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk mencetak instruktur yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki 7 peran sekaligus. "Pendidikan Instruktur PERGUNU dilaksanakan dalam rangka mewujudkan instruktur yang mampu menjadi seorang Fasilitator, Moderator, Inisiator, Inspirator, Motivator, Demonstrator, Trainer sekaligus menjadi narasumber dalam PKGNU," paparnya.

Selain itu, para calon instruktur dibekali pemahaman komprehensif tentang tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan, mulai dari mengelola kelas, menilai peserta, mempersiapkan fasilitas pendidikan, hingga melakukan evaluasi.

Untuk mewujudkan calon instruktur yang cerdas, militan dan bertanggung jawab, panitia menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik. "Bidang Kaderisasi PP PERGUNU memberikan tugas kepada seluruh peserta dalam bentuk kelompok untuk membuat materi dalam bentuk slide presentasi sesuai dengan kurikulum yang wajib diberikan pada saat PKGNU. Setiap kelompok terdiri dari 2 sampai 3 orang dengan kewajiban mempresentasikan materi selama minimal 30 menit," tutupnya.

Melalui pendidikan instruktur ini, PW PERGUNU Jawa Timur berharap dapat mempercepat pemerataan pelaksanaan PKGNU di 38 cabang se-Jawa Timur dan melahirkan instruktur-instruktur yang siap mengabdi dan menggerakkan roda organisasi hingga tingkat bawah.

Posting Komentar untuk "Cetak Instruktur Militan, PW PERGUNU Jatim Gelar Pendidikan Instruktur PKGNU di Surabaya"